1. Pemantapan Keagamaan

 Untuk membentuk kepribadian muslim yang saleh, pembelajaran agama ditambah menjadi 7 jam  per minggu, yang diprioritaskan pada penguasaan teori dan praktek dasar-dasar keberagamaan, serta pembelajaran al-Qur’an baik baca, tulis, hafal dan tafhim.

 Selain itu peserta didik wajib mengikuti program Penanaman karakter Manusia Unggul (pembiasanaan Islami) baik yang bersifat rutin, incidental, terprogram, dan lainnya, diantaranya  : pembinaan ahlaq, sekolah sehat, sholat berjama’ah, berdo’a, membaca/menghafal al-qur’an, istighostah, kurban, zakat, pesantren ramadhan, malam bina iman dan taqwa (MABIT), istighasah, PHBI, dan lainnya.

 2.   Pemantapan Ujian Nasional

Untuk menyiapkan peserta didik agar sukses dalam mengahadapi Ujian Nasional,  pada mata pelajaran yang di UN kan, seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA Terpadu diperkuat dengan program pemantapan. Masing-masing mendapat tambahan 2 jam pelajaran. Program ini diberikan mulai dari kelas 7 hingga kelas 9.

Husus bagi kelas 9, pelksanaan pemantapan dilakukan secara lebih intensif dengan uji kempetensi/try out secara berkala dan program lainnya. Dengan demikian persiapan menghadapi UN dapat diberikan secara maksimal.

3.   Private less (Konsultasi Pembelajaran)

Setiap sore kami menyediakan guru-guru untuk memberikan private bagi siswa yang membutuhkan. Private ini selain untuk remedial atau pemanatapan materi pelajaran yang telah diberikan juga menjadi media untuk mengkonsultasikan berbagai kesulitan atau masalah dalam pelajaran tersebut.

Adapun pelajaran yang kami berikan adaah Matematika, IPA terpadu, dan Bahasa Inggris.

 4.   Tim Teaching

Khusus untuk program pemantapan matematika dan pembelajaran Al-Qur’an, mempergunakan sistem team teaching (setiap kelas dengan 2 orang guru). Hal ini diharapkan setiap siswa dapat terlayani secara maksimal, baik yang cepat maupun lambat dalam pembelajarannya akan mendapat layanan secara proporsional. Murid yang cepat mendapat pemantapan, murid yang lambat akan mendapat remedial teaching.

 5.   OUTING CLASS,

Outing Class merupakan kegiatan wisata studi yang diprogramkan secara berkala, parasiswa diajak melihat dan melakukan pengamatan langsung pada “dunia luar “ meliputi wawasan lingkungan hidup, teknologi, agroindustri , pemerintahan , bisnis , administrasi, sejarah, industry dll. Ditujukan selain untuk menambah wawasan pengetahuan juga mendorong siswa untuk lebih memahami makna melayani, pengabdian dan tanggungjawab seorang manusia dalam kesehariannya.

6.   PENGEMBANGAN DIRI,

Pengembangan diri, bertujuan memberikan kesempatan dan/atau membantu memandirikan peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat serta keunikan setiap peserta didik, sesuai dengan kondisi sekolah.

Kegiatan pengembangan diri ini, bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru, tapi harus difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler dan Kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s